Welcome Back, Baby (One Shoot)

Welcome Back, Baby (One Shoot)

Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang
Genre : Romance, GirlxGirl

This genre is Yuri, yes maybe you some straight peoples doesn’t like it, but we talk about Taeyeon and Tiffany here, you’ll be lovin’ it.

 

Happy Reading 😊

 

Normal POV

Taeyeon baru saja memarkirkan mobil BMWnya di parkirkan apartemen dorm SNSD. Hembusan nafas kasar ia keluarkan sebagai tanda betapa lelahnya ia menjalankan aktivitasnya hari ini . Sekalipun sudah terbiasa lelah, tetap saja dia adalah manusia yang punya rasa lelah yang ingin ia keluhkan.

“Sudah jam 12 malam ternyata”, ujarnya.

Tiba-tiba senyumnya merekah begitu ia memalingkan wajahnya ke kursi penumpang. Tersimpan dengan baik bunga mawar berwarna pink yang sejujurnya melihatnya saja membuat matanya pedih, tapi kepedihan yang matanya rasakan rela ia tahan dengan sabar demi melihat melihat senyuman kekasihnya yang indah. Tiffany.. Tiffany-nya yang manis. Bunga ini akan diberikan pada Tiffany sebagai kejutan.

“Kau tahu, pengorbananku untuk bisa duduk berlama-lama denganmu harus bisa terbalaskan. Tiffany harus harus menyukaimu”, ucap Taeyeon pada mawar pink tersebut, menampilkan senyum bodohnya yang malah membuatnya lebih cute.

Ia pun keluar dari mobilnya, bergegas menuju lift yang langsung menuju ke unit apartemennya.

 

Taeyeon POV

“Aku pulaaaang!!!”, teriakku pada siapa saja yang ada di dorm pada saat ini.

Tak ada balasan.

“Hei, kemana para toa-toa berjalan itu. Ah mungkin sudah tidur”, pikirku dalam hati.

Tiba-tiba salah satu pintu kamar terbuka. Dan hei.. hei.. hei.. Lihatlah siapa yang keluar dari kamar. Tiffanyku.. Tiffanyku yang manis. Sepertinya Tiffany terbangun karena teriakanku tadi. Dia sangat lucu jika sedang memakai piyama pink kesayangannya. Tiffany yang lucu, bukan si jahat pink itu.

“.Hei, Tae. Kau baru pulang?”, tanya Tiffany seraya mengampiriku ke pintu masuk.

“Eoh. Hei, teriakanku membangunkanmu yah?”, tanyaku merasa bersalah.

“Tidak apa-apa. Aku senang kau sudah pulang dengan selamat. Hpmu mati, aku tidak bisa menghubungimu. Bogoshipo”, ucap Tiffany sambil memelukku.

Ah pelukan ini. Lelahku, marahku, dan sedihku akan hilang hanya dengan Tiffany yang memberikan pelukannya yang nyaman. Aku eratkan pelukanku.

“Nado, Fany-ah. Hpku mati, aku tidak sempat memeriksanya. Maafkan aku yah”, pintaku seraya mencium kening Tiffany pelan.

Semoga ciumanku ini dapat menyampaikan rasa sayang serta penyesalanku karena terlalu sibuk dengan pekerjaan.

“Gwenchana. Aku juga seperti itu ko”

“Hei, apa itu?”, tanyanya melihat bunga yang ada ditanganku.

“Ini bunga bodoh”, ucapku dalam hati.

“Jangan memasang tampang seperti itu. Aku tidak bodoh, aku tahu itu bunga. Maksudku untuk siapa bunga itu?”

Wah dia selalu saja bisa membaca pikiranku“, batinku lagi.

“Aku tidak bisa membaca pikiranmu, Kim. Wajah bodohmu saat seperti ini mampu ditebak”, ucap Tiffany jengkel.

“Hahaa araseo. Ini untukmu, sayang”, ucapku sambil tersenyum sangat sangat sangat manis.

“Jangan tersenyum seperti itu, Kim. Kau membuatku takut. Untuk apa bunga ini?”

Sesungguhnya aku jengkel dia berkata seperti itu 😐

Sekalipun ini sudah larut, aku meminta dia untuk mengobrol sebentar diruang tamu malam ini karena besok jadwal kami akan sangat padat dan melelahkan. Kami hanya punya waktu berdua malam ini saja. Tiffanyku yang manis tersenyum setuju. Aku tahu dia mengantuk, tapi dia selalu mengiyakan permohonanku. Tiffanyku yang bodoh.

 

Normal POV

Taeyeon dan Tiffany segera duduk disofa ruang tamu yang nyaman. Tiffanypun dengan segera memeluk erat tangan Taeyeon dan Taeyeonpun mencium kening Tiffany sayang.

“Jadi katakan, untuk apa bunga ini?”, tanya Tiffany.

“Hei, apa aku tidak boleh memberi bunga atau kejutan lainnya untuk kekasihku sendiri?”, protes Taeyeon.

Melihat protes lucu, Tiffany langsung mencubit gemas perut Taeyeon. Taeyeonpun kaget dan meringia kesakitan.

“Yah, sakit Fany-ah. Kenapa kau mencubit perutku? Kalau abs-ku hilang karena cubitanmu bagaimana? Aku work out mati-matian, sayang”, ucap Taeyeon mendramatisir suasana.

Taeyeon sangat merindukan saat-saat seperti ini. Dimana hanya ada dia dan Tiffany. Bercanda, mengobrol bebas, bermesraan. Dia tidak ingin to do point untuk saat ini.

“Terima kasih untuk bunganya. Apapun alasanmu, aku menyukai kejutan ini”, ucap Tiffany malu-malu sambil mencium aroma manis bunga mawar pink tersebut.

“Justru aku yang harusnya berterima kasih”, ucap Taeyeon.

Tiffany menatap Taeyeon bingung. Mengerti akan kebingungan Tiffany, Taeyeon mengertakan pelukannya sambil melanjutkan ceritanya.

“Hari ini sangat melelahkan. Siang tadi aku istirahat sejenak di studio rekaman. Kau tahu apa yang terjadi? Lelahku tiba-tiba hilang!!”, ucap Taeyeon antusias.

“Hmm? Kenapa bisa begitu?”

“Saat aku sedang berbaring di sofa, sebelum hpku mati, aku sempatkan mengupload foto kita untuk majalah W di instgram. Lalu, ada akun dengan nama @xolovestephi yang terus-terusan mengupload fotonya. Ada foto groupnya. Ada juga foto-foto selfienya yang berlimpah ruah memenuhi timeline instagramku”, lanjut Taeyeon.

Tiffany hanya terkekeh.

“Kau tahu sayang? Foto-foto selfie akun @xolovestephi itu sangat sangat cantik. Wajahnya yang merona, senyumannya yang indah, tatapan matanya yang lembut. Ah.. hanya dengan melihat foto-fotonya semua lelahku jadi hilang. Aku tersenyum bodoh memandangi setiap foto itu. Aku usap pelan wajahnya, aku cium foto itu. Aku usap pelan pipinya. Aku tatap teduh matanya. Dan aku sangat merindukan pemilik akun tersebut. Semua lelahku hilang begitu saja”, cerita Taeyeon panjang lebar.

Tiffany hanya tersenyum malu mendengar cerita Taeyeon. Dia memukul pelan pundak Taeyeon.

“Jangan lakukan tindakan kekerasan padaku malam ini, baby. Aku ingin suasana yang romantis malam ini”, ucap Taeyeon sambil menghirup aroma rambut Tiffany.

“Ara. Jadi itu alasanmu memberikan bunga ini?”

“Yap. Terima kasih untuk foto-foto indahmu, baby. Terima kasih untuk setiap senyum yang kau tampilkan disetiap selcamu. Kau tahu? Hanya dengan melihat upload-an fotomu di instagran semangatku langsung naik kembali”

“Pabo. Kau bisa melihat foto-fotoku digalerimu. Kenapa harus melihat upload-an fotoku?”, Tiffany hanya bisa terkekeh.

Taeyeon melepas pelukannya. Ia menangkup pelan wajah Tiffany agar menatapnya. Ia genggam lembut tangan Tiffany.

Ditatapnya mata indah milik Tiffany. Tiffany-nya yang manis. Merekapun tersenyum, terhanyut dalam tatapan yang mematikan.

Taeyeonpun mendekatkan wajahnya pada Tiffany dan mencium lembut bibir Tiffany. Tiffany yang sebenarnya bingung akan sifat romantis Taeyeon yang tiba-tiba pun menikmati setiap lumatan lembut yang Taeyeob berikan. Mereka melepas pagutan bibir itu setelah dirasa mereka butuh oksigen.

Taeyeon menempelkan kening mereka. Ia usap lemat bibir dan pipi Tiffany. Mereka tersenyum. Terseyum penuh cinta. Tersenyum untuk kisah abadi mereka berdua.

“Teruslah upload foto-foto manismu di instagram, sayang. Lelahku hilang hanya dengan selcamu. Sone pun pasti begitu”, ucap Taeyeon menatap lembut Tiffany.

Tiffany menjauhkan diri mereka. Lagi-lagi menatap bingung Taeyeon.

“Maksudnya?”

“Kau lihat sendiri. Fotomu bisa menjadi sumber semangatku. Sudah pasti Sone juga merasakan hal yang sama. Rajin-rajinlah upload fotomu di instagram, Fany-ah. Seperti dulu lagi”, ucap Taeyeob lembut.

Tiffany yang mengerti akan maksud Taeyeon tiba-tiba saja melepaskan genggaman tangan Taeyeon dan bersandar lemas di sofa.

“Instagramku sekarang terlalu berisik, Taeyeon-ah. Semuanya tidak bisa kembali seperti dulu”

“Sayaaang –“

“Aku ngantuk”, ucap Tiffany beranjak akan berdiri, tapi Taeyeon dengan cepat menahannya.

“Sayang dengarkan aku. Kau sama sekali tidak melakukan kesalahan dengan instagrammu. Orang-orang yang membully itu hanya sekumpulan pengangguran bodoh yang menjadikan ketidaksengajaan menjadi kontroversi yang tidak masuk akal”

“Kau mengatakan hal yang benar Taeyeon. Aku membuat suatu kontroversi yang tidak masuk akal lewat instagramku. Mereka tidak tahu aku sengaja atau tidak. Mereka hanya tahu akulah yang membuat kontroversi itu”, ucap Tiffany sedih.

Taeyeon kembali menggenggam lembut tangan Tiffany.

“Fany Fany Tiffany, tatap aku. Sekarang mereka akan terus memenuhi instagrammu dengan makian. Sepuluh tahun yang akan datang, mereka akan tetap melakukan hal yang sama. Dan selama itu pula kau hanya akan jadi korban dari orang-orang bodoh yang hanya pintar mengetik lewat hp-nya”

Taeyeon mengecup sekilas bibir Tiffany 3 kali.

“Kau Tiffanku.. Tiffanyku yang manis. Tiffanyku yang ceria. Tiffanyku yang kuat. Kau wanita hebat, sayang. Kau kuat, sayang. Jangan biarkan makian mereka merajaimu. Jangan biarkan kebencian mereka mengambil kekuatan dan kecerianmu. Cacian mereka hanya ada dikolom komentar, sayang. Dikehidupannya nyata, nyali mereka hanya sebesar amoeba.”

Dengan refleks Tiffany tertawa pelan.

“See? Kau harus selalu ceria apapun masalahmu. Jangan mau kalah oleh para amoeba-amoeba itu. Kau harus ingat bahwa ada aku yang selalu menemanimu apapun keadaanmu. Ada Sone yang akan membelamu. Kamu jangab kalah, kamu jangan mengalah, kamu jangan menyerah demi mereka.”

Tiffany menatap haru Taeyeon.

“Taeyeon-ah”, bulir air mata jatuh membasahami pipi Tiffany. Taeyeonpun dengan segera menghapusnya.

“Kau hanya boleh menangis untuk sesuatu yang membahagiakanmu, sayang. Air matamu terlalu berharga untuk mereka”.

Tifffany mengangguk dan tersenyum.

“Jadi, kau mengerti maksudku semua ini kan, Fany-ah?

“Iya, Tae”, ucap Tiffany sambil mencium sekilas bibir Tiffany.

“Jadi?”

“Jadi akan akan rajin mengupload foto apapun diinstagram. Jadi aku tidak akan menghiraukan omongan para amoeba itu. Jadi aku akan menujukkan kepada mereka betapa kuatnya Tiffany Hwang itu!”, ucap Tiffany penuh semangat.

Taeyeon hanya tersenyum gemas melihat tingkah kekasihnya. Tiffay-nya yang manis telah kembali seperti dulu.

“Tapi kau harus berjanji untuk selalu berada disampingku. Bila perlu kau harus membantuku membalas cacian para amoeba itu jika mereka mengotori instagramku”, pinta Tiffany dengan aegyonya.

Taeyeon hanya mengangguk setuju sambil mengacak-acak rambut Tiffany. Mereka tertawa pelan. Tertawa penuh suka cita. Genggaman tangan mereka yang erat satu sama lain mengisyaratkan bahwa mereka akan selalu berada disamping kekasihnya mengahadapi setiap masalah tanpa sekalipun akan menyerah.

“Terima kasih, Taeyeon-ah”

Taeyeonpun tersenyum. Dia kembali mencium Tiffany sekilas.

“Welcome back, baby”

Advertisements

20 thoughts on “Welcome Back, Baby (One Shoot)

  1. wahh cepat banget postingnya thorπŸ‘πŸ˜„ tapi keren kok😘

    fightingπŸ™Œ keluar semua imajinasi yg ada dipikiran authorπŸ˜πŸ‘Œ

    Like

  2. Hahhaha apa yg dibilang taeyeon bener banget, yg suka ngatain itu berani nya cuma dikolom komentar doang dikenyataan nya mah belum tentu mungkin udh ciut duluan πŸ˜‚.
    Salam kenal author! πŸ˜€

    Like

  3. Secara ga langsung author pingin phany aktif lgi ya di IG πŸ˜‚, gw juga, setiap phany update kaku banget gak kyk dulu, jarang juga update snapgram, gw kangen update-an yg dulu huaaa 😒😭
    Moga2 pas snsd comeback banjir update plus taeny moment 😊

    Like

  4. Oh jadi gitu toh. Iya tiff jangan kalah sama hetters lah, banyakin aja uplod foto di ig. Biar rame, n abaikan kkmentar komentar jahat. Anjing menggonggong tinggalin aja, kalo ngegonggongnya tambah lama bikin kesel timpuk aja kekekek

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s